Karanganyar - Komunikasi
Sosial (komsos) merupakan salah satu pelaksanaan metode binter TNI AD sebagai
komando kewilayahan, yang bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan TNI dengan
Rakyat. Sehingga mempermudah dalam melakukan koordinasi dalam menangani
permasalahan yang timbul di suatu wilayah . Sabtu (06/01/18)
Babinsa
Koramil 12/Jumapolo Kodim 0727/Karanganyar Sertu Susanto melakukan Komsos
dengan Bapak Marjono selaku ketua Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) dan
beberapa anggota di kantor Panwascam Jumapolo. Dalam pelaksanaan komsos
tersebut Babinsa berkomunikasi dengan ketua Panwascam untuk mendapatkan suatu data
dan informasi, yang terkait untuk pelaksanaan pemilukada (Pemilihan Umum Kepala
Daerah) di wilayah Kabupaten Karanganyar khususnya di wilayah kecamatan
Jumapolo.
Pelaksanaan
Pilkada serentak tinggal beberapa bulan lagi, segala persiapan mulai dari
daftar pemilih sementara maupun sarana dan prasarana pendukung juga harus
dipersiapkan sedini mungkin. Panwascam adalah sebutan lembaga/kepanitiaan yang
dibentuk khusus dalam rangka mengawasi penyelenggaraan pesta demokrasi di
tingkat kecamatan.
Ketua
Panwascam menyampaikan kepada Babinsa, di kecamatan Jumapolo tahapan pilkada
berjalan dengan lancar. Sampai sekarang masih kondusif, dengan harapan sampai
selesainya semua tahapan pilkada khususnya di kecamatan Jumapolo bisa berjalan
dengan lancar dan aman.
Adapun
yang perlu kita waspadai dalam pemilukada antara lain:
1).
Kemungkinan munculnya politik uang yang dapat memengaruhi pemilik ke salah satu
pasangan calon.
2).
Adanya kampanye hitam yang dapat menjatuhkan pasangan calon perserta pemilu.
3).
Adanya ketidakpuasan hasil pemilihan di tingkat TPS yang menimbulkan protes
dari pendukung calon.
4).
Adanya data yang kurang valid yang dapat memicu protes dari pendukung ataupun
partai pendukung.
Dalam
komsos tersebut Sertu Susanto sebagai Babinsa desa Jumapolo menyarankan kepada
Panwascam, agar selalu berkerjasama dan berkoordinasi dengan pihak keamanan
baik Babinsa maupun Bhabinkamtibmas yang berada di wilayah setempat. Selain itu
juga menyarankan masalah data pemilih juga harus valid, sehingga saat pencoblosan
nanti tidak terjadi gejolak," tutup Susanto.
(12-Pendim 0727/Kra)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar