Karanganyar -
Latihan Sispamkota tingkat nasional dipusatkan di Polres Surakarta, sehingga
dapat dijadikan contoh oleh Kapolres lainya untuk dapat mengamankan wilayahnya
apabila ada konflik sosial, dan dapat ditindak tegas sesuai porsi dan serta
menjaga kondusifitas. Bertempat di D'Colomadu Jl. Adi Sucipto No. 165 desa
Malangjiwan kecamatan Colomadoe kabupaten Karanganyar. Dandim 0727/Karanganyar
Letkol Inf Andi Amin Latama S.Sos turut hadirdalam kegiatan tersebut. Rabu
(13/3)
Tactical
Floor Game (TFG) latihan Sispamkota tersebut dalam rangka menghadapi kontijensi
konflik sosoial dan Pam Pemilu TA. 2019 di wilayah Surakarta, diikuti ± 1000
orang.
Hadir
dalam kegiatan tersebut Komjen Pol Drs. Unggung Cahyono (Kepala Badan Intelijen
dan Keamanan Polri), Mayjen TNI Ganip Warsito (Asops Panglima TNI), Irjen Pol
Rudy Sufahriadi (Asops Kapolri), Irjen Pol Chondro Kirono (Kapolda Jateng),
Mayjen TNI Mochamad Effendi (Pangdam IV/Dip), Irjen Pol Ahmad Dofiri (Kapolda
DIY), Irjen Pol Drs. Bambang Waskito (Kasespim Lemdiklat Polri), Brigjen TNI
Teguh Muji Angkasa (Kasdam IV/Dip), Irjen. Pol. Drs. Sudjarno, S.H (Kapolda
Lampung), Kolonel Arh Subagio Irianto (Mewakili Kabinda Jateng), Muspida Prop.
Jateng, Muspida Koordinator Kota Surakarta dan Forkopimda Kab. Karanganyar,
Danrem Jajaran Kodam IV/Dip, Dandim jajaran Korem 074/Wrt, Kapolres jajaran
Polda Jateg, Ketua KPU Jateng, Ketua Bawaslu Jateng, Kepala BPN Paslon 1 dan 2,
Ketua DPC Partai Politik peserta Pemilu.
Dengan
adanya simulasi dapat menggambarkan tindakan kita apabila terjadi konflik, setelah
selesai latihan ini dapat mengaplikasikan di wilayahnya masing-masing, sehingga
sinergitas antar satuan dapat terjaga serta tercipta keamanan.
Komjen
Pol Drs. Unggung Cahyono mengungkapkan ada 3 hal yang perlu diantisipasi sesuai
arahan Kapolri antara lain konflik sosial, teroris dan bencana alam. Saya
ucapkan terimaksih atas simulasi yang dilaksanakan dengan semngat tinggi,
penekanan Kapolri untuk penanganan unjuk rasa tidak boleh dengan menggunakan
senjata api, akam tetapi apabila anarkis hanya boleh dilakukan dengan peluru
hampa dan karet.
“Ditambahkan
Unggung bahwa penanggulangan anarkisme dilumpuhkan dengan peluru hampa dan
karet, apa yang sudah di simulasikan sesuai dengan protap Polri. Sispamkota
dilaksanakan oleh setiap polres yang ada di Indonesia, dalam menjelang
pemilihan kita laksanakn pengamanan. Sehingga dapat berjalan lancar, aman dan
kondusif,”tegas Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri.
(Pendim 0727/Kra)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar