Senin, 29 Oktober 2018

Rakor Persiapan Napak Tilas Sejarah Perjuangan Pangeran Samber Nyawa


Karanganyar - Rakor Persiapan Napak Tilas Sejarah Perjuangan Pangeran Samber Nyawa (Raden Mas Said) dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 101 dengan Tema "Dengan napak tilas sejarah kepahlawanan Raden Mas Said kita wujudkan Karanganyar Maju dan Demokratis ". Senin (22/10)

Napak tilas akan di laksanakan pada Hari Minggu 4 Nopember 2018, Start dari SDN Kebak Jumantono pukul 07.00WIB, Finish di area Parkir Bkompleks Astana Giri Bangun. Dengan jarak napak tilas 12 Km dengan rute Start dari SD Negeri Kebak 2 Jumantono -  Dusun Gemantar melewati Sendang Ngancar - Dusun Banaran Sawur Desa Gemantar (Pos l), Dusun Segawe Desa Tunggulrejo melewati sendang Klinthingan (Pos ll), Dusun Mutihan dan Dusun Krajan Desa Koripan -  Desa  Karangbangun - Astana Giribangun Astana Mangadeg (Tugu Tridharma), finish di Parkir B Komplek Astana Giribangun.

Sambutan Bupati karanganyar yang dibacakan oleh Drs.Tarsa. Msi (Kepala Disdikpora Kab. Karanganyar) Bicara tentang sejarah berdirinya Kab. Karanganyar maka tidak akan lepas dari sejarah kerajaan mataram, dan tentunya sosok seorang pangeran kharismatik bernama RM Said atau yang lebih dikenal dengan julukan Pangeran Samber Nyawa.

Dalam rangka memperingati hari jadi Kab. Karanganyar yang ke 101 ini, maka diadakan kegiatan napak tilas sejarah kepahlawanan perjuangan Pangeran Samber Nyawa. Hal ini dimaksudkan untuk mengenang sekaligus meneladani nilai - nilai perjuangan Pangeran Samber Nyawa utamanya bagi generasi muda di bumi Intanpari.

Pangeran Samber Nyawa dikenal sebagai Panglima Perang yang berhasil membina pasukan yang militan dengan konsep gerilyanya, yang terbagi dalam 3 matra yaitu matra darat, matra laut dan matra gunung. Dalam membina kesatuan bala tentaranya, Samber Nyawa memiliki motto Tiji Tibeh, yang merupakan kependekan mati siji mati kabeh, mukti kabeh (gugur satu, gugur semua, sejahtera satu, sejahtera semua).

Semboyan itu dilandaskan pada semangat Hanebu Sauyun atau sifat serumpun tebu yang diartikan sebagai semangat keadilan itu sendiri. Seperti perkataan Samber Nyawa "Hanebu Sauyun, Semangsa Kalibaning Banyu Tan Kena Pinilih" yang artinya bagi serumpun tebu yang sewaktu-waktu diberi air tidak boleh pilih kasih. Pangeran Samber Nyawa menganggap pengikutnya sebagai sahabat bukan budak.

Pangeran Samber Nyawa pernah menulis surat Wedatama yang didalamnya memuat ajaran tridharma yang sangat terkenal. 3 butir ajarannya berbunyi Rumangsa Melu Hanggarbeni (Wajib ikut memiliki), Wajib Melu Hangopeni (harus ikut mempertahankan), dan Mulat Sariro Hangrasa Wani (setelah instropeksi harus bertindak).

Sebagai warga Karanganyar sepatutnya kita meneladani ajaran tridharma Pangeran Samber Nyawa yang masih relevan untuk saat ini. Utamanya diterapkan dalam tatanan pemerintahan maupun kemasyarakatan dengan tujuan mencapai masyarakat Karanganyar yang maju dan sejahtera akan dapat segera tercapai.

(Pendim 0727/Kra)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TMMD Reg 105 Terpantau Langsung Pawas Dari Kodim 0723 Klaten

Karanganyar – TMMD Reg 105 Kodim Klaten | TMMD Reg 105 Terpantau Langsung Pawas Dari Kodim 0723 Klaten Telah dilaksanakannya TMMD Reg 1...