Senin, 19 Oktober 2026

Karhutla Gunung Lawu Meluas hingga 140 Hektare, Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman dari Udara

KARANGANYAR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan RPH Blumbang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, terus mengalami perkembangan. Hingga Senin (19/10/2026) pukul 16.00 WIB, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 140 hektare. Kobaran api masih dalam proses pemadaman dan sejumlah titik api dilaporkan membesar akibat tiupan angin kencang.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, personel gabungan dari Kodim 0727/Karanganyar, Polres Karanganyar, BPBD, serta unsur terkait lainnya terus melakukan upaya pemadaman dan penyekatan agar api tidak merambat ke petak hutan lainnya.

Kegiatan diawali dengan apel gabungan pada pukul 07.30 WIB yang dipimpin oleh Dandim 0727/Karanganyar, Kapolres Karanganyar, dan Kepala BPBD. Selanjutnya, pada pukul 08.15 WIB, personel bergerak menuju titik kebakaran untuk melaksanakan penyekatan atau pembuatan ilaran sebagai upaya memutus rambatan api.

Kebakaran berdampak pada kawasan hutan pinus di petak 28, 32, dan 62c, serta vegetasi berupa rumput alang-alang dan tanaman pinus. Kondisi cuaca yang panas, angin dengan kecepatan sekitar 5–7 knot, serta belum turunnya hujan menjadi faktor yang menyulitkan proses pemadaman.

Selain itu, api menyebar ke beberapa titik, termasuk area jurang dengan medan terjal dan curam. Banyaknya rumput, daun, serta ranting kering juga menyebabkan api mudah menjalar. Bahkan, bara api dari area yang sebelumnya tampak padam berpotensi menyala kembali ketika tertiup angin.

Kendala lainnya adalah keterbatasan akses kendaraan menuju lokasi kebakaran dan jauhnya sumber air. Rencana pelaksanaan water bombing pada pukul 10.42 WIB sempat tidak dapat dilaksanakan karena kondisi angin kencang dan kabut tebal yang mengganggu penerbangan.

Namun, dalam upaya mempercepat penanganan, dukungan pemadaman dari udara disiapkan menggunakan dua helikopter jenis Super Puma. Helikopter pertama merupakan NAS-322-C1 dari Lanud Bogor, sedangkan helikopter kedua adalah MI-17V5 dari Penerbad Semarang, dengan kapasitas angkut air sekitar 2.000 liter.

Dua alternatif sumber air yang disiapkan untuk mendukung operasi water bombing berada di Waduk Gondang, Kecamatan Kerjo, dan Waduk Jlantah, Kecamatan Jatiyoso. Titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat dipetakan untuk menentukan sasaran penyiraman dari udara.

Sementara itu, tim reaksi cepat (TRC) tetap bergerak menuju lokasi untuk menyusuri area terdampak, memantau sisa-sisa api, serta melakukan pemadaman manual pada titik yang dapat dijangkau. Penyekatan terus dilakukan untuk mencegah rambatan api meluas ke kawasan hutan lainnya.

Kodim 0727/Karanganyar bersama seluruh unsur gabungan terus bersinergi dalam penanganan karhutla dengan mengutamakan keselamatan personel. Pemantauan perkembangan api dan kondisi cuaca juga terus dilakukan guna mendukung penentuan langkah penanganan yang tepat.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di kawasan hutan dan lahan kering.(Pen27)
Uploaded Image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Patroli dan Komsos, Babinsa Harjosari Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan melalui Poskamling

KARANGANYAR — Minggu (18/10/2026), Sertu Wardoyo, Babinsa Desa Harjosari Koramil 06/Karangpandan, melaksanakan patroli wilayah yang dil...